Pesona Keindahan Batu jamur yang Terancam Hancur
Batu Jamur atau Mushroom Rock adalah batu yang berbentuk
menyerupai jamur dan tersusun dari
dua bagian yang berbeda, bagian bawah yang berupa penyangga/tiang dan
bagian atas yang menyerupai “payung”. Batu
yang unik ini tebentuk akibat adanya erosi
batuan oleh air maupun angin selama bertahun-tahun.
Seperti fenomena batu jamur yang terdapat di pusat
pariwisata Yeh-liu, Taiwan yang lebih dikenal dengan nama Batu Jamur
Kepala Ratu dan batu jamur yang
terdapat di Mesir, Israel, dan Cansas.
Gambar
1.
Batu Jamur Kepala Ratu dari Tahun 1969-2010
Pusat
wisata Yeh-Liu terletak di tepi pantai utara Taiwan yang berbatasan dengan
Jepang.
Batu Jamur Kepala Ratu terlihat dibagian
lehernya yang
semakin mengecil tiap tahunnya. Hal ini disebabkan
karena erosi air laut. Berbeda dengan
batu kepala ratu di yeh-liu yang terbentuk karena erosi air laut, batu jamur
yang terdapat di beberapa gurun di negara-negara seperti Mesir, Israel, dan Cansas cenderung
disebabkan oleh faktor angin. Angin yang membawa
pasir menjadikan kepadatannya meningkat beberapa kali lipat dari angin murni,
sehingga beratnya bertambah. Dengan semakin beratnya angin, maka angin hanya
mampu bertiup dalam ketinggian yang rendah dan mengikis hanya bagian bawah
batuan karena dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi. Proses ini berlangsung
selama beberapa tahun, dan menjadikan batuan yang terkikis berbentuk seperti
jamur. Selain dipengaruhi oleh erosi air dan angin, pembentukan batu jamur juga
dipengaruhi oleh beberapa faktor lain seperti : perubahan suhu dan pelapukan
batuan.
|
Di Indonesia juga
terdapat mushroom rock, tepatnya di
Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Daerah ini merupakan daerah
pegunungan kapur utara yang memiliki tanah relatif kurang subur (pH= 4 dan suhu=
40 0C ),
sehingga sedikit tanaman yang mampu bertahan hidup didaerah tersebut. Berbeda dengan batu jamur yang terdapat di Taiwan, Mesir, Israel, dan
Cansas, Batu Jamur di daerah Gresik ini terdiri dari beberapa batu jamur yang
tersusun atas tanah sebagai penyangga dan bagian atasnya berupa batuan yang
keras, sehingga lebih dikenal dengan Bukit Jamur. Selain itu, proses
pembentukan bukit jamur ini juga dipengaruhi oleh aktivitas manusia
(pertambangan kapur).
Menurut Zuhri (pihak
keamanan pertambangan), proses pertambangan kapur di daerah ini dimulai dari
tahun 1963. Dalam proses penggalian untuk mencari batuan kapur di salah satu
area pertambangan tersebut ditemukan batuan yang srukturnya keras dan berbentuk
bulat. Karena ukurannya yang besar, maka batu
ini tidak dapat diambil dengan alat berat, sehingga
aktivitas pertambangan di lokasi tersebut dihentikan dan dibiarkan selama
puluhan tahun. Selama puluhan tahun,
itulah proses pembentukan bukit jamur terjadi dan faktor penyebabnya
adalah angin dan air hujan.
Angin
yang membawa material berupa debu kapur yang tersisa akibat proses
pertambangan, bertumbukan dengan batuan dan juga tanah. Karena tanah mempunyai
tekstur yang lebih lunak daripada batuan, maka tanah lebih mudah terkikis. Sedangkan
batu yang berada diatasnya terbentuk dari batu kapur yang memiliki rumus kimia
CaCO3 dan merupakan batuan sedimen yang terdiri dari mineral Calcite
(Calcium Carbonate) bertekstur sangat
keras. Proses ini berlangsung selama puluhan tahun. Sehingga terbentuklah
penyangga yang berupa tanah dan bagian “payung” yang berupa batuan kapur yang
keras.
Batu jamur pada
umumnya terbentuk karena adanya erosi air dan angin dan pada akhirnya erosi air
dan angin itulah yang mengancam keberadaan batu jamur itu sendiri. Erosi yang terjadi
secara terus-menerus mengakibatkan permukaan bagian penyangga batu jamur
semakin terkikis dan akhirnya tidak mampu lagi menahan bagian atasnya. Selain
faktor erosi air dan angin, keberadaan bukit jamur di daerah Gresik juga
terancam oleh adanya aktivitas manusia. Menurut Zuhri, tempat pertambangan
kapur yang tidak dipakai termasuk lokasi bukit jamur berada akan digunakan
untuk wilayah perumahan. Hal ini sangat disayangkan mengingat fenomena batu
jamur ini termasuk fenomena yang langka.
Sumber: http://semuapasti.wordpress.com/tag/batu-jamur/, diakses 12 Oktober 2014



Komentar
Posting Komentar